Ad Space Available!
Header Ads

Sejarah

Bagaimana Kita Mencintai dan Bangga Kalau Kita Tidak Mempelajari Sejarah Kotanya?
Bagaimana Kita Mencintai dan Bangga Kalau Kita Tidak Mempelajari Sejarah Kotanya?

Masih dalam suasana HUT Kemerdekaan RI ke-72 di tahun 2017 ini, DPC GSNI Lumajang menggelar acara Ngobrol Pintar (Ngopi) bareng di Papabo Cafe, Kebonsari, Labruk Kidul. Pada ngopi bareng yang digelar Jumat (08/09) ini, GSNI Lumajang mengundang H. Indriyanto, SH. selaku Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Lumajang dan H. Kadar Sriyono selaku Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) '45 Lumajang....

Belajar Sejarah Pemerintahan Lumajang dari Putune Eyang Singowiguno
Belajar Sejarah Pemerintahan Lumajang dari Putune Eyang Singowiguno

Masih dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017 ini, GSNI Lumajang mengadakan diskusi bareng Sejarah Pemerintahan Lumajang, Sabtu siang (26/08). Diskusi sederhana ini mengundang Sanyoto Singowiguno yang merupakan cucu dari R.M. Singowiguno, Patih Zelfstandig Afdeeling Lumajang tahun 1890-1920....

Giat Kemerdekaan RI, Napak Tilas Perjuangan Kyai Ilyas
Giat Kemerdekaan RI, Napak Tilas Perjuangan Kyai Ilyas

Dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-72, DPC Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Cabang Lumajang mengadakan Napak Tilas Perjuangan Kyai Ilyas di Lumajang. Pada kegiatan ini, ada 4 lokasi yang mereka tuju, yaitu Makam Kyai Ilyas di TMP Lumajang, kediaman veteran Djuremi di Perumahan Sumberejo yang merupakan pejuang yang tergabung dalam Kompi Kyai Ilyas, Musholla Kyai Ilyas di Desa Galingan, dan Monumen Kyai Ilyas di Dusun Ledok....

Monumen Juang Kompi Sukertiyo, Simbol Perlawanan Rakyat Lumajang
Monumen Juang Kompi Sukertiyo, Simbol Perlawanan Rakyat Lumajang

Letnan Satu Soekertijo adalah komandan kompi perlawanan tentara Indonesia pada Agresi Militer Belanda I tahun 1947. Saat itu Belanda dengan cepatnya menyisir daerah Lumajang lewat Probolinggo dan menguasai kota. Kekuatan tentara kita yang tak seimbang dengan kekuatan tentara Belanda memutuskan Lettu Soekertijo memilih untuk menguatkan basis untuk sementara waktu, daerah Wringinsari-Penggung (Yosowilangun) menjadi pilihan Kompi Soekertijo untuk membangun basis pertahanan, pos kesehatan dan dapur umum juga dibangun di desa Tunjungrejo....

RM Singowigoeno: Patih Zelfstandig Afdeeling Loemadjang 1890-1920 (4)
RM Singowigoeno: Patih Zelfstandig Afdeeling Loemadjang 1890-1920 (4)

Berkat prestasinya selama tiga tahun tiga bulan memimpin daerahnya di Loemadjang, dengan Surat Keputusan Gouvernment Pemerintah Kolonial Belanda (Besluit) No. 6 tanggal 1 Juli 1886, Raden Mas Singowigoeno mendapat promosi lagi dengan jabatan setingkat lebih tinggi menjadi Patih Afdeeling Kraksaan....

Marhaenisme dan Geliat Gerakan Pelajar di Lumajang
Marhaenisme dan Geliat Gerakan Pelajar di Lumajang

Dalam rangka memperingati Hari Lahirnya Soekarno, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Siswa Nasional Indonesia (DPC GSNI) Kabupaten Lumajang kembali menggelar diskusi rutin dengan tema 'Membangkitkan Semangat Marhaenisme sebagai Alat Perjuangan dalam Mempertahankan NKRI'. Sabtu, (10/06) di rumah Pembina GSNI Cab. Lumajang, Jl. Mulyorejo, Desa Labruk Kidul, Kec. Sumbersuko....

Siapa Menyangka? Celurit adalah Senjata Andalan Arya Wiraraja Mengusir Pasukan Mongol
Siapa Menyangka? Celurit adalah Senjata Andalan Arya Wiraraja Mengusir Pasukan Mongol

Demikian juga kalau peminat buku-buku tersebut hadir dalam acara Pre-Launching yang diadakan oleh CV. Biting Mega Wisata yang bekerjasama dengan Yayasan MPPM Timur pada tanggal 20-21 Mei 2017 di Kawasan Situs Biting. Tentu ada diskon khusus di mana per-buku dijual dengan harga Rp. 55.000,- dan jika membeli 2 buku (1 paket) maka cukup membayar sebesar Rp. 100.000,- saja....

RM Singowigoeno: Patih Zelfstandig Afdeeling Loemadjang 1890-1920 (3)
RM Singowigoeno: Patih Zelfstandig Afdeeling Loemadjang 1890-1920 (3)

Setelah teruji kinerjanya menjadi Asisten Wedana empat kali di daerah yang berbeda, dan berkat dedikasi yang baik terhadap pemerintah serta masyarakat, pada usia yang relatif muda (22 tahun) Raden Mas Singowigoeno mendapatkan promosi lagi dari Gouvernement yang merupakan Pemerintahan Kolonial Belanda tertinggi di Jawa Timur untuk mengembangkan potensi pertanian daerah rintisan di District Loemadjang khususnya terhadap komoditas tanaman tebu....

RM Singowigoeno: Patih Zelfstandig Afdeeling Loemadjang 1890-1920 (2)
RM Singowigoeno: Patih Zelfstandig Afdeeling Loemadjang 1890-1920 (2)

Pada usia yang masih muda yaitu 14 tahun, Mas Singowigoeno yang kelak menjadi Bupati Pertama di Lumajang mendapat kepercayaan dari Resident Probolinggo selaku Kepala Pangreh Praja bangsa Belanda yang memimpin di Karesidenan (Residensi) Probolinggo untuk diangkat menjadi Djoeroe Toelis Kantor (Juru Tulis) Karesidenan Pemerintah Kolonial Belanda di Probolinggo....

Sistem Pemerintahan Hindia Belanda dan Kedudukan Afdeeling Loemadjang
Sistem Pemerintahan Hindia Belanda dan Kedudukan Afdeeling Loemadjang

  Afdeeling Loemadjang membawahi District Loemadjang, District Tempeh, District Kandangan dan District Ranoelemongan.  ...

Ad Space Available!
Content Ads