Sejarah

Zonasi Situs Biting Sebagai Langkah Perlindungan Cagar Budaya
Zonasi Situs Biting Sebagai Langkah Perlindungan Cagar Budaya

Zonasi Situs Biting ini dilakukan sejak Rabu, 18 April dan direncanakan akan selesai tanggal 25 April 2018. Selain memetakan area yang dulu pernah diteliti oleh Balai Arkeologi Yogyakarta, zonasi ini juga memetakan secara lengkap sempadan sungai yang menjadi bagian benteng alam situs ini....

Penghargaan Puncak Peringatan HUT DHC '45 Lumajang di Monumen Juang Kompi Sukertiyo
Penghargaan Puncak Peringatan HUT DHC '45 Lumajang di Monumen Juang Kompi Sukertiyo

Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan '45 Kabupaten Lumajang memberi penghargaan kepada Study Club Sejarah SMA Negeri 3 Lumajang dan Gerakan Siswa Nasional Indonesia Cabang Lumajang sebagai organisasi pelajar yang melestarikan nilai-nilai perjuangan 45....

Sosialisasi Prodi Ilmu Sejarah FIB Universitas Udayana di SMA Negeri 3 Lumajang
Sosialisasi Prodi Ilmu Sejarah FIB Universitas Udayana di SMA Negeri 3 Lumajang

44 dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Bali adakan kegiatan Sosialisasi Program Studi Ilmu Sejarah di SMA Negeri 3 Lumajang. Hal ini merupakan rangkaian kegiatan Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Sosialisasi Program Studi....

Demi Penyelamatan Situs Biting, Masyarakat Lumajang Rame-Rame Kerja Bakti
Demi Penyelamatan Situs Biting, Masyarakat Lumajang Rame-Rame Kerja Bakti

Rabu pagi (28/02), puluhan elemen masyarakat Lumajang baik dari pemerintah (Dinas PU, Disparbud, BPBD, Kecamatan, Perangkat Desa dan Pengurus RT/RW), maupun masyarakat dan LSM bahu-membahu menggelar kerja bakti di Situs Biting, Ds. Kutorenon, Sukodono. Mereka memasang sesek/tajuk bambu dan karung pasir untuk menahan laju air. Ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang beberapa sempat menerjang menara pengawas (Pengungakan) di kawasan tersebut....

Oma Kemetir, Salah Satu Daya Tarik di Loemadjang Djadoel #3
Oma Kemetir, Salah Satu Daya Tarik di Loemadjang Djadoel #3

Tertarik dengan sejarah ini, kami mencoba mencari data terkait Kemetir. Dari suatu situs blog, kami menemukan bahwa Kemetir atau Gecommiteerden (bahasa Belanda) adalah sebutan bagi suatu komisi yang biasanya terdiri dari 2 orang. Komisi ini dalam susunan daerah otonomi bertugas membantu Presiden (penguasa daerah), bersama dengan Sekretaris Daerah (Secretaris) dan Bendahara (Thesaurier)....

Bagaimana Kita Mencintai dan Bangga Kalau Kita Tidak Mempelajari Sejarah Kotanya?
Bagaimana Kita Mencintai dan Bangga Kalau Kita Tidak Mempelajari Sejarah Kotanya?

Masih dalam suasana HUT Kemerdekaan RI ke-72 di tahun 2017 ini, DPC GSNI Lumajang menggelar acara Ngobrol Pintar (Ngopi) bareng di Papabo Cafe, Kebonsari, Labruk Kidul. Pada ngopi bareng yang digelar Jumat (08/09) ini, GSNI Lumajang mengundang H. Indriyanto, SH. selaku Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Lumajang dan H. Kadar Sriyono selaku Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) '45 Lumajang....

Belajar Sejarah Pemerintahan Lumajang dari Putune Eyang Singowiguno
Belajar Sejarah Pemerintahan Lumajang dari Putune Eyang Singowiguno

Masih dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017 ini, GSNI Lumajang mengadakan diskusi bareng Sejarah Pemerintahan Lumajang, Sabtu siang (26/08). Diskusi sederhana ini mengundang Sanyoto Singowiguno yang merupakan cucu dari R.M. Singowiguno, Patih Zelfstandig Afdeeling Lumajang tahun 1890-1920....

Giat Kemerdekaan RI, Napak Tilas Perjuangan Kyai Ilyas
Giat Kemerdekaan RI, Napak Tilas Perjuangan Kyai Ilyas

Dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-72, DPC Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Cabang Lumajang mengadakan Napak Tilas Perjuangan Kyai Ilyas di Lumajang. Pada kegiatan ini, ada 4 lokasi yang mereka tuju, yaitu Makam Kyai Ilyas di TMP Lumajang, kediaman veteran Djuremi di Perumahan Sumberejo yang merupakan pejuang yang tergabung dalam Kompi Kyai Ilyas, Musholla Kyai Ilyas di Desa Galingan, dan Monumen Kyai Ilyas di Dusun Ledok....

Monumen Juang Kompi Sukertiyo, Simbol Perlawanan Rakyat Lumajang
Monumen Juang Kompi Sukertiyo, Simbol Perlawanan Rakyat Lumajang

Letnan Satu Soekertijo adalah komandan kompi perlawanan tentara Indonesia pada Agresi Militer Belanda I tahun 1947. Saat itu Belanda dengan cepatnya menyisir daerah Lumajang lewat Probolinggo dan menguasai kota. Kekuatan tentara kita yang tak seimbang dengan kekuatan tentara Belanda memutuskan Lettu Soekertijo memilih untuk menguatkan basis untuk sementara waktu, daerah Wringinsari-Penggung (Yosowilangun) menjadi pilihan Kompi Soekertijo untuk membangun basis pertahanan, pos kesehatan dan dapur umum juga dibangun di desa Tunjungrejo....

RM Singowigoeno: Patih Zelfstandig Afdeeling Loemadjang 1890-1920 (4)
RM Singowigoeno: Patih Zelfstandig Afdeeling Loemadjang 1890-1920 (4)

Berkat prestasinya selama tiga tahun tiga bulan memimpin daerahnya di Loemadjang, dengan Surat Keputusan Gouvernment Pemerintah Kolonial Belanda (Besluit) No. 6 tanggal 1 Juli 1886, Raden Mas Singowigoeno mendapat promosi lagi dengan jabatan setingkat lebih tinggi menjadi Patih Afdeeling Kraksaan....

Ad Space Available!
Content Ads