Candi Randuagung Lumajang dari Kerajaan Majapahit, Menyimpan Rahasia Tewasnya Patih Nambi
Candi Randuagung Ruin of a brick temple [KITLV-167237]-Lumajang-1954Candi Randuagung terletak di Dusun Krajan, Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, dengan struktur bagian depan berupa batur persegi panjang yang dikelilingi pagar.
Pagar Candi Randuagung memiliki panjang 40 meter dan tersusun dari bata berukuran 24 cm, lebar 16 cm dengan ketebalan 6 cm.
Berdasarkan gaya pahatan arca yang lebih tua dari masa Majapahit, arca di Candi Randuagung diduga berasal dari masa Singasari atau Kediri.
Sekitar 5,5 km ke arah barat laut dari Candi Randuagung terdapat Situs Pajarakan, yaitu situs benteng dengan pemukiman yang berkembang pada awal abad XIV.
Seluruh temuan tersebut berkaitan dengan tokoh Nambi atau Patih Nambi, dilansir Jatim Network dari YouTube Join Media unggahan 15 Januari 2022, Candi Randuagung juga dikenal warga dengan sebutan Candi Gelisah.
Sebutan Candi Gelisah muncul karena konon Patih Nambi pernah terlihat gelisah dan melakukan perenungan di candi ini sebelum penyerangan dari Majapahit.
Kegelisahan itu muncul karena Arya Wiraraja, ayah Patih Nambi, baru saja meninggal dunia dan semakin bertambah menjelang serangan dari Majapahit.
