Dangdut Hanya Bermodal Goyang? Ini Kata Biduan Lumajang Memey Ayunda

Memey Ayunda, salah satu biduan ternama Lumajang. Foto: Rony M. Zamroni

Dangdut merupakan genre musik yang konon paling digemari di Indonesia, bisa dibilang musik merakyat ngga' sih? Apalagi pas musim kondangan kayak gini, hampir dilantunkan di setiap acara. 

Memey Ayunda, salah satu penyanyi dangdut ternama Lumajang mengatakan, di musim nikah seperti ini, dalam sehari dirinya bisa menerima 2-3 job, bahkan lebih, untuk menyanyi di acara hajatan. 

"Alhamdulillah belakangan minggu ini istilahnya kayak musim panen, apalagi 2 tahun kemarin kan semua musisi hampir tiarap karena pandemi, nggak bisa manggung," ungkap biduan asal Senduro ini. 

Diungkapkan Mey, sapaan hangatnya, skill bernyanyi jadi kunci utama untuk sukses berkarir dari panggung ke panggung. Dirinya mengaku miris melihat fenomena artis dangdut yang hanya mengandalkan goyang belaka. 

"Ya kalau goyang itu sudah menjadi pelengkap menghibur penonton, yang utama ya kualitas vokal, kan bisa dilatih. Saya sendiri sering dibayar dobel atau disawer karena nyanyinya, bukan semata karena goyangnya," ungkapnya. 

Biduan kelahiran 8 Juni ini mengaku sejak kecil dirinya sudah hobi nyanyi, bahkan sejak SD sering mewakili sekolah untuk lomba menyanyi. Hobi bernyanyi ini juga didukung keluarga, terutama sang ayah yang aktif di seni karawitan. 

"Kalau cerita unik banyak, apalagi dulu pas masih SMA sering manggung di daerah Ledokombo Probolinggo, lewat Argosari, jalannya nggak sebagus sekarang. Atau pernah juga manggung nggak dibayar, udah jadi bagian perjalanan hidup lah," pungkasnya.