Sejarah Singkat Lagu Indonesia Raya, Keunikan Saat Pertama Kali Diciptakan

Gunung Semeru, Lumajang

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten baru-baru ini merilis video lagu Indonesia Raya, berisi potongan dokumentasi kegiatan Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma.

Dalam sejarahnya, lagu Indonesia Raya menyimpan berbagai fakta menarik. Lagu ini diciptakan oleh W.R. Supratman pada tahun 1928 dan pertama kali dikumandangkan hanya dengan alunan biola tanpa syair di Kongres Pemuda II.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurigaan dan penangkapan oleh polisi rahasia Belanda (PID) yang mengawasi ketat kongres tersebut.

Lagu ini sebenarnya memiliki 3 bait (stanza) yang sarat akan doa dan semangat kemerdekaan. Setelah merdeka, pemerintah menetapkan hanya bait pertama yang dinyanyikan untuk alasan praktis dalam upacara resmi.

Sebelum ditetapkan secara resmi menjadi lagu kebangsaan, kata merdeka dalam lirik asli diganti karena dianggap terlalu memprovokasi Belanda. Selain itu, ada perubahan frasa seperti "menjaga pandu ibuku" menjadi "jadi pandu ibuku".

Pada tahun 1930, pemerintah Hindia Belanda melarang rakyat menyanyikan lagu ini karena dianggap memicu nasionalisme dan mengganggu ketertiban umum.

Sampai saat ini lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan baik di acara formal, nonformal, termasuk setiap pagi di lingkungan kantor Pemkab Lumajang, sebagai pengingat kita untuk terus mencintai negeri ini.