Kolaborasi Lintas Daerah Jadi Fondasi Pengelolaan Kawasan Bromo Tengger Semeru

Penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger di kawasan Bromo (13/04). Foto: Istimewa 

Pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh masing-masing daerah.

Dibutuhkan kerjasama yang solid antar wilayah agar kawasan strategis ini bisa dikelola secara menyeluruh, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat menghadiri kegiatan penataan kawasan Bromo Tengger Semeru, Senin 13 April 2026.

Ia menegaskan bahwa kawasan Bromo - Tengger yang mencakup beberapa kabupaten memiliki keterkaitan erat, sehingga harus dikelola secara bersama.

"Kerjasama antar daerah adalah kunci utama. Kawasan ini harus dikelola secara terpadu agar hasilnya lebih optimal," ungkapnya.

Menurutnya, penguatan sinergi lintas wilayah akan mempercepat terciptanya tata kelola kawasan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Hal ini khususnya dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan pengembangan pariwisata.