Pengerupukan Nyepi di Senduro Berlangsung Meriah, Sebanyak 15 Ogoh-Ogoh Diarak Penuh Makna

Pawai ogoh-ogoh di Senduro (18/03). Foto: Visit Lumajang

Perayaan rangkaian Hari Raya Nyepi di kawasan Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, berlangsung meriah pada Rabu 18 Maret 2026.

Ritual pengerupukan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan tersebut.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh diarak sebagai simbol penetralisir energi negatif menjelang pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Sejak sore hari, warga mulai memadati area sekitar pura. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat mereka menunggu arak-arakan ogoh-ogoh yang akan melintas di sepanjang jalan desa.

Beragam bentuk ogoh-ogoh yang menyeramkan menjadi daya tarik tersendiri. Karya-karya tersebut dibuat dengan detail dan kreativitas tinggi oleh masyarakat setempat.

Ogoh-ogoh kemudian diusung berkeliling dengan iringan musik gamelan. Sorak sorai warga yang menyaksikan menambah semarak suasana, meski tetap terasa sakral.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Budiono, menjelaskan bahwa pengerupukan merupakan bagian penting dalam rangkaian Hari Raya Nyepi.