Bromo Ditutup, Kunjungan Turis Asing ke Tumpak Sewu Naik hingga 40 Persen
Wisatawan asing di air terjun Tumpaksewu. Foto: IG/bbbestieKedatangan Wisatawan Asing, Sarana Promosi Tumpaksewu di Media Sosial
Dwi berharap kenaikan jumlah wisatawan tidak hanya terjadi selama kawasan Bromo masih ditutup. Ia ingin peningkatan tersebut dapat berlanjut setelah aktivitas wisata di Bromo kembali normal.
Menurutnya, kedatangan wisatawan mancanegara juga memberikan keuntungan lain berupa promosi secara tidak langsung melalui media sosial.
Para wisatawan biasanya mengabadikan momen selama berada di Tumpak Sewu, baik melalui foto maupun video. Dokumentasi tersebut kemudian dibagikan melalui akun media sosial masing-masing.
"Harapannya tidak hanya saat Bromo ditutup saja, tapi ke depan lebih banyak lagi yang datang. Kan dengan adanya mereka secara tidak langsung membantu promosi kita di luar negeri melalui media sosial mereka," kata Dwi.
Ia menilai unggahan dari wisatawan dapat menjadi bentuk promosi yang menjangkau calon pengunjung di berbagai negara. Pengalaman yang dibagikan langsung oleh wisatawan dinilai dapat meningkatkan ketertarikan terhadap Tumpak Sewu.
Di sisi lain, karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga kini masih dalam penanganan. Kebakaran yang pertama kali muncul pada Senin, 3 Agustus 2026 tersebut telah meluas hingga sekitar 889 hektare.
Saat ini masih terdapat dua titik api yang terus diupayakan untuk dipadamkan. Balai Besar TNBTS menargetkan penanganan titik api tersebut dapat diselesaikan paling lambat pada Jumat, 14 Agustus 2026, sementara penutupan kawasan wisata Bromo diperpanjang hingga 15 Agustus 2026.
