DBHCHT Rp5,54 Miliar Digelontorkan, Petani Tembakau Lumajang Dapat Pupuk hingga Mesin Rajang
Ilustrasi buruh petani tembakau. Foto: IstimewaDukungan untuk Pertanian Tembakau di Kabupaten Lumajang
Untuk komoditas padi, POC dialokasikan kepada 219 kelompok tani dengan total 11.724 botol. Sementara untuk komoditas ubi jalar, fasilitasi POC diberikan kepada delapan kelompok tani dengan jumlah keseluruhan 600 botol.
Jika digabungkan, terdapat 227 kelompok tani penerima fasilitasi POC untuk komoditas padi dan ubi jalar dengan total mencapai 12.324 botol.
Penyaluran tersebut menunjukkan bahwa dukungan sarana pertanian disesuaikan dengan komoditas serta kebutuhan pada setiap tahapan usaha tani.
Pada komoditas tembakau, pupuk digunakan untuk mendukung proses budidaya, sedangkan mesin rajang diarahkan untuk membantu kelompok tani dalam mengolah hasil setelah panen.
Bagi kelompok tani, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kegiatan produksi sekaligus meningkatkan kesiapan pada tahap pascapanen.
Pemkab Lumajang berharap pemanfaatan DBHCHT dapat memberikan manfaat yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok tani yang bergerak di sektor tembakau.
Melalui dukungan mulai dari sarana produksi hingga peralatan pengolahan, pemerintah mendorong agar program DBHCHT tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi turut menopang keberlanjutan usaha tani masyarakat Lumajang.
