Festival Literasi Lumajang 2026 Bukan Sekadar Seremonial, Literasi Harus Bergerak ke Masyarakat
dr. Halimi Maksum saat membawakan sambutan Bupati Lumajang di Festival Literasi (16/09). Foto: Visit LumajangMakna Luas Literasi, Tak Hanya Sekedar Membaca Menulis
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa makna literasi saat ini jauh lebih luas dibanding sekadar kemampuan membaca dan menulis.
Literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak, serta memanfaatkan pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Masyarakat juga dituntut mampu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru di tengah perkembangan ruang digital.
"Literasi tidak boleh berhenti di gedung perpustakaan. Literasi harus bergerak mendekati masyarakat, hadir di sekolah, keluarga, desa, komunitas, ruang publik, hingga ruang digital," tegas Halimi.
Menurut Pemkab Lumajang, kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi harus diiringi dengan kemampuan untuk memilah dan menggunakannya secara tepat.
Dengan kecakapan literasi yang baik, masyarakat diharapkan mampu memahami perbedaan, menyaring informasi dan mengambil keputusan secara bijak.
