Inilah 4 Tips Menyalakan Api Unggun Saat Camping

Ilustrasi camping. Foto: AI

Taati Aturan di Lokasi Camping

Selain itu, jangan sembarangan menggunakan batu sebagai alas karena beberapa jenis batu dapat retak atau pecah saat terkena panas.

Selalu ikuti aturan yang berlaku di lokasi camping dan hindari menyalakan api ketika terdapat larangan pembakaran.

4. Tambahkan Kayu Sedikit demi Sedikit

Setelah pemantik berhasil menyala, jangan langsung menumpuk kayu dalam jumlah besar. Api yang masih kecil membutuhkan pasokan udara dan waktu untuk menghasilkan panas yang cukup agar dapat membakar bahan bakar berikutnya.

Mulailah dengan ranting kecil, kemudian tambahkan kayu yang lebih besar secara bertahap setelah nyala api mulai stabil. Atur posisi kayu agar tidak terlalu rapat sehingga udara dapat mengalir dengan baik ke bagian tengah api.

Susunan berbentuk kerucut atau piramida kecil bisa digunakan untuk membantu menjaga sirkulasi udara. Jika api mulai mengecil, periksa apakah susunan kayu terlalu padat atau bahan bakarnya terlalu basah sebelum menambahkan kayu baru.

Jangan lupa memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan area camping. Hindari membuat api ketika angin bertiup kencang atau kondisi lingkungan berisiko memicu kebakaran.

Dengan memperhatikan teknik dan keselamatan, kegiatan berkemah tetap bisa berlangsung nyaman sekaligus menjaga kelestarian alam.