Kaki Gunung Semeru Lumajang Jadi Latar Utama Film Horor Lastri, Arwah Kembang Desa

Proses produksi film Lastri di kawasan penambangan pasir Lumajang. Foto: Abelle Pictures

Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan film horor terbaru berjudul Lastri: Arwah Kembang Desa yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Juli 2026.

Film produksi Abelle Pictures ini menghadirkan kisah mistis yang berakar pada tragedi masa lalu dan mengambil latar alam kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Film yang disutradarai Hendry Tivo dan ditulis oleh Puji Lestari tersebut telah menyelesaikan proses produksi di sejumlah lokasi di kawasan Semeru.

Pemilihan Lumajang sebagai lokasi syuting bukan tanpa alasan. Lanskap alam yang khas, kabut pegunungan, serta suasana sunyi di kawasan kaki gunung dinilai mampu memperkuat nuansa horor yang dihadirkan dalam cerita.

Produser Joe Richard dan Hendry Tivo memilih kawasan Semeru karena memiliki karakter visual yang sulit ditemukan di daerah lain. Keindahan alam yang berpadu dengan kesan mistis menjadikan lokasi tersebut sebagai bagian penting dalam membangun atmosfer film.

Film ini mengisahkan Atmi, seorang perempuan lanjut usia yang hidup dalam bayang-bayang teror gaib.

Sosok arwah misterius yang menghantuinya ternyata memiliki keterkaitan dengan peristiwa kelam yang terjadi tiga dekade sebelumnya, tepatnya pada tahun 1995.