Mengenal Lebih Dekat Petani Tengger di Desa Argosari Lumajang

Petani kentang di Desa Argosari Senduro. Foto: Ade/Visit Lumajang

Berbicara tentang kawasann Bromo Tengger Semeru memang tak ada habisnya. Ada banyak hal menarik dibalik indahnya kawasan pengunungan ini.

Tidak hanya keindahan bentang alamnya saja, kehidupan sosial dan budaya yang ada di sini juga memikat rasa penasaran.

Di kawasan Bromo Tengger Semeru ini ada suku Tengger yang mendiami kawasan di 4 kabupaten. Salah satunya Desa Argosari wilayah Kabupaten Lumajang yang dihuni oleh Suku Tengger. Mereka memiliki berbagai keunikan budaya dan tradisi yang masih dipegang teguh

Warga Tengger merupakan penduduk asli daerah dataran tinggi Bromo Tengger Semeru yang sebagian besar memegang kepercayaan Tengger dan Hindu Jawa, tak sedikit pula pemeluk agama Islam dan Kristen.

Mata pencaharian utama masyarakat Tengger yakni sebagai petani. Menjadi bagian dalam pertanian Lumajang, petani tengger terkenal dengan komoditas khas dataran tinggi seperti bawang-bawangan, umbi-umbian seperti kentang dan wortel, serta sayuran seperti kol dan kubis.

Secara turun temurun dari nenek moyang mereka menggantungkan hidupnya dari sumber daya hutan. Dalam kepercayaannya, warga Tengger berpedoman bahwa hutan beserta isinya merupakan anugerah Sang Hyang Widhi untuk dimanfaatkan oleh manusia agar kehidupannya sejahtera.

Dilihat dari letaknya, Desa Argosari berada pada kawasan bukit dan lembah dengan ketinggian sekitar 980 - 2.580 mdpl dan kemiringan tanah yang beragam membuat pertanian tengger cukup unik.