Tradisi Ojung, Warisan Nenek Moyang Desa Wonokerto

Dua orang yang sedang melakukan Tradisi Ojung. Foto : Ahmad VL/Visit Lumajang

Memasuki bulan Muharam atau Suro adalah tanda bagi warga Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang untuk melaksanakan tradisi Ojung di sekitar sumber mata air Sumber Winong.

Awalnya, tradisi Ojung merupakan upacara permohonan hujan, tetapi saat ini menjadi bagian upacara sedekah desa. Kini tradisi Ojung memiliki bagian penting masyarakat Pandhalungan di Kabupaten Lumajang.

Biasanya tradisi ini diikuti oleh para pemuda desa setempat. Mereka akan melakukan atraksi di mana mereka beradu menggunakan rotan di arena yang telah disediakan.

Akibat dari pertandingan tersebut meninggalkan luka. Namun, meski terluka, namun mereka tampak menikmati pertandingan dan ikut dalam tarian yang diiringi alunan gamelan.

Dalam tradisi Ojung, keberanian dan kelincahan diri menjadi keahlian yang sangat penting. Hal tersebut berguna untuk menghindari serta menyabetkan rotan kepada lawan.

"Kalau persiapan tidak ada, pokoknya ingin main buat meramaikan sedekah desa ini. Setiap tahun saya rutin ikut serta main Ojung ini buat keseruan sekaligus menunjukkan keberanian sebagai laki-laki," ujar Satuman salah seorang peserta saat ditemui pada Selasa, 15 Agustus 2023.

Menurut Satuman, dalam pertandingan setiap peserta diberi kesempatan untuk menyabet lawan sebanyak lima kali. Dengan begitu pemenang ditentukan oleh siapa yang mampu membuat luka lebih banyak di punggung lawan. 

Simbol Keberanian dan Kekuatan

Peserta menganggap luka-luka akibat sabetan rotan di punggung sebagai hal yang biasa dan percaya bahwa luka tersebut akan sembuh seiring waktu.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto, Tupin mengungkapkan bahwa Ojung merupakan warisan dari nenek moyang yang perlu dijaga agar tetap lestari.

Bukan hanya sekadar upacara saja, Ojung juga bisa menjadi ajang untuk berkumpulnya warga desa, memelihara hubungan sosial dan silaturahmi. 

Tradisi ini akan berlangsung dalam acara selamatan desa yang melibatkan peserta dari Desa Wonokerto serta para tetangga desa.

"Ini adalah bentuk masyarakat desa dalam memelihara tradisi dari leluhur kami. Tradisi ini rutin kami gelar saat sedekah desa berbarengan dengan kegiatan lain," ujar Tupin.

Kepala Desa Wonokerto berharap upacara Ojung dan selamatan desa ini dapat mendukung kemakmuran desa, kelimpahan sumber air, hasil panen yang melimpah, dan keberuntungan dalam menghindari bencana.

"Harapan warga tetap kompak saling silaturahmi sehingga masyarakat tetap makmur serta semoga dihindarkan dari bencana," pungkas Tupin.