Awan Lentikular, Fenomena Alam Semeru yang Sering Ditunggu

Awan Altocumulus lenticularis dari Penanggal Candipuro. Foto via @maz_amiens

Tanda Awan Lentikular Muncul

Fenomena munculnya awan lentikular ini biasa ditandai dengan angin yang relatif kencang, dan membawa hawa dingin, khususnya di daerah lereng pegunungan atau perbukitan.

Di Lumajang, fenomena awan Altocumulus lenticularis bisa dirasakan di daerah lereng Semeru seperti Candipuro, Pasrujambe, Pronojiwo, di mana angin terus berhembus dan sesekali terdengar bergemuruh.

Agus Sugiarto, seorang pegiat ekowisata saat dihubungi Visitlumajang.com mengatakan, secara mudah awan lentikular dapat dijabarkan sebagai fenomena suhu udara dingin dan panas bertemu.

"Dirasakan di dataran tinggi sekitar Semeru, angin sejak 2 hari ini memang cukup kencang," ungkap Sugi saat berada di kawasan Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Bagi pilot pesawat terbang, fenomena awan lentikuler sangat ditakuti. Mereka akan menghindar jika menemui awan jenis ini karena turbulensi yang menyertai kehadirannya.

Kondisi seperti ini bisa menjadi pengalaman bergoyang menakutkan. Butuh lebih banyak upaya untuk mempertahankan ketinggian konstan.

Sebaliknya, orang yang menerbangkan pesawat layang menyukai awan lentikular, karena arus udara yang sama memungkinkan pesawat layang untuk berlayar ke tempat yang sangat tinggi dan jarak jauh.