Bupati Lumajang Desak Polisi Usut Oplosan LPG, Warga Diajak Ikut Awasi

Bunda Indah saat menutup salah satu pangkalan elpiji nakal bersama Pertamina (11/04). Foto: Visit Lumajang

Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan praktik oplosan LPG subsidi yang merugikan masyarakat kecil.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas praktik pemindahan isi LPG 3 kilogram ke tabung nonsubsidi 12 kilogram.

"Tolong ini dituntaskan. Ini menyangkut hak rakyat kecil," tegasnya, Sabtu 11 April 2026.

Ia menegaskan, LPG 3 kilogram merupakan subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Penyalahgunaan distribusi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak langsung pada kelangkaan dan kenaikan harga di masyarakat.

"Yang dirugikan bukan hanya negara, tapi warga kecil yang sangat bergantung pada gas ini," ujarnya.

Selain penindakan, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan berperan aktif. Warga diimbau membeli LPG di pangkalan resmi dengan harga sesuai ketentuan serta tidak melakukan pembelian berlebihan.