Candi Gedong Putri, Jejak Peradaban Tertua yang Tersembunyi di Lumajang

Lingga yoni di kompleks Candi Gedong Putri Candipuro. Foto: Yasin/SenduroNow

Penemuan Situs Candi Gedong Putri

Sejarah penemuan Candi Gedong Putri bermula pada tahun 1897 ketika seorang pencari kayu secara tidak sengaja menemukan sisa-sisa bangunan kuno di tengah hutan belantara.

Penemuan tersebut kemudian membuka fakta keberadaan sebuah situs dengan luas sekitar 180 meter persegi yang tersusun dari batu bata.

Sayangnya, keberadaan candi ini sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru pada tahun 1904. Material vulkanik menghanyutkan sebagian besar struktur bangunan sehingga bentuk aslinya sulit direkonstruksi hingga saat ini.

Meski demikian, sisa-sisa yang masih bertahan tetap menjadi sumber informasi penting bagi para arkeolog untuk mempelajari kehidupan masyarakat masa lalu.

Nama Gedong Putri dipercaya berasal dari penamaan yang berkembang di masyarakat setempat.

Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, kawasan tersebut diduga pernah menjadi tempat tinggal seorang putri atau tokoh perempuan dari kalangan bangsawan.

Meski belum dapat dibuktikan secara pasti, nama tersebut menjadi bagian dari identitas sejarah situs ini.