Gerakan PKK Lumajang Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Sosialisasi dan Bimtek TP PKK Lumajang di Desa Tukum (23/04). Foto: Humas LumajangTarget Indonesia menekan timbulan sampah hingga 30 persen dan mengelola 70 persen sampah pada 2025 tidak bisa hanya bertumpu pada sistem hilir. Perubahan justru harus dimulai dari hulu rumah tangga.
Di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pendekatan ini mulai menunjukkan hasil melalui gerakan Tim Penggerak PKK yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis di Desa Tukum, Kamis 23 April 2026, Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menekankan pentingnya transformasi pola pikir.
"Selama ini sampah dianggap selesai saat dibuang. Padahal, jika dikelola dengan tepat, justru bisa menjadi sumber pendapatan keluarga," ujarnya.
Fakta menunjukkan, sebagian besar sampah di Indonesia berasal dari limbah organik rumah tangga. Ini berarti, perubahan kecil di tingkat keluarga dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Di Lumajang, potensi tersebut dimanfaatkan melalui pengolahan limbah organik seperti sisa sayur dan buah menjadi media budidaya cacing.
Hasilnya tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi, mulai dari pakan ternak hingga pupuk organik.
