Kali Kebo Bertransformasi dari Kawasan Rawan Bencana Menjadi Destinasi Wisata Edukatif
Wisata Kali Kebo di Pronojiwo Lumajang. Foto: IG/ayuksolKali Kebo yang berada di Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, sebelumnya dikenal sebagai kawasan rawan bencana. Lokasi ini kerap dikaitkan dengan ancaman erupsi Gunung Semeru serta potensi banjir lahar dingin yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah. Kawasan Kali Kebo bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata yang mulai diminati oleh masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.
Perubahan ini tidak lepas dari peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kali Kebo. Mereka berupaya mengembangkan kawasan tersebut melalui pendekatan pengurangan risiko bencana yang terencana.
Dengan perencanaan yang matang serta pemahaman terhadap karakteristik wilayah, Kali Kebo kini tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga ruang edukasi yang aman dan menarik bagi pengunjung.
Heny, salah satu pengelola, menyampaikan bahwa cara pandang masyarakat terhadap bencana perlu diubah. Bencana tidak lagi semata-mata dipandang sebagai ancaman menakutkan, melainkan harus dihadapi dengan kesadaran dan kesiapsiagaan.
"Selama ini bencana sering dianggap menakutkan dan membuat wilayah terdampak terbengkalai. Padahal, jika dikelola dengan baik dan tetap mengutamakan keselamatan, kawasan ini bisa memberi manfaat besar," ujarnya.
Meningkatnya aktivitas pariwisata di Kecamatan Pronojiwo turut mendorong perkembangan Kali Kebo. Destinasi ini dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Lumajang, khususnya sebagai wisata berbasis edukasi kebencanaan.
