Kampung Anggur, Wahana Baru yang Menjanjikan di Masa Pandemi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, Yuli Harismawati, saat meninjau Kampung Anggur. Foto: Istimewa

Kampung Syur jadi Kampung Anggur

Kampung Anggur juga sempat dikunjungi oleh pihak TP-PKK, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang untuk meninjau perkembangan di Kampung Anggur.

Hal ini diharapkan dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan di masa pandemi Covid-19, selain bisa dikembangkan untuk pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.

Sebelumnya, Hertutik selalu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lumajang pernah menuturkan pihaknya akan terus mendukung serta melakukan pendampingan berkala melalui program Cekatan Tandur Nang Latar (Cetar).

Inisiatif datang dari Kecamatan Sumbersuko, yang ingin me-rebranding Kampung Anggur. Apalagi sudah sejak lama kampung ini selalu identik dengan kampung syur.

Isaac Hardy Yuwono, Sekretaris Kecamatan Sumbersuko mengatakan Anggur sendiri merupakan singkatan dari Anggun, Giat, Unggul dan Responsif.

"Tentunya pihak Kecamatan Sumbersuko akan terus melakukan inovasi untuk pengembangan Kampung Anggur ini dengan terus melakukan pendampingan ke warga," ungkap Isaac mewakili Camat Sumbersuko, Misjoko.

Selain melibatkan warga dan pemuda lokal, dalam waktu dekat ini Kecamatan Sumbersuko juga akan menggandeng beberapa komunitas di Lumajang untuk mengangkat brand Kampung Anggur.