Merawat Tradisi, Inilah Rangkaian Hari Raya Karo Masyarakat Tengger di Desa Kandangan Lumajang
Persiapan Yadnya Karo di rumah Romo Dukun Gatot (28/07). Foto: Visit LumajangMakna Filosofis Hari Raya Karo Bagi Warga Tengger
Ritual Sesanti kemudian berlangsung dari rumah ke rumah hingga matahari terbenam. Bagi masyarakat, prosesi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keselarasan kehidupan keluarga sekaligus meneruskan adat yang telah dijalankan secara turun-temurun.
Romo Dukun Gatot mengatakan, Hari Raya Karo tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ritual, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat asal mula kehidupan, menghormati leluhur, serta mempererat hubungan antarkeluarga dan masyarakat.
"Karo ini mengingatkan kita pada asal mula kehidupan dan kelahiran manusia. Jadi bukan hanya menjalankan ritual, tetapi juga bagaimana kita menghormati leluhur, menjaga keluarga, dan mempererat persaudaraan," ujar Romo Dukun Gatot.
Ia berharap pelaksanaan Karo juga dapat menjadi momentum untuk terus menjaga kerukunan dan keberlangsungan tradisi masyarakat Tengger.
"Harapannya, masyarakat tetap guyub, rukun, diberikan keselamatan dan kedamaian, serta tradisi yang sudah diwariskan leluhur ini terus dijaga dan dilaksanakan bersama-sama agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.
Rangkaian Hari Raya Karo di Kandangan pun memperlihatkan kuatnya hubungan antara ritual adat dan kehidupan sosial masyarakat Tengger.
Melalui pelaksanaan tersebut, masyarakat Desa Kandangan tidak hanya menjalankan tradisi keagamaan, tetapi juga turut menjaga warisan budaya Tengger agar tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
