Produktivitas KIM Lumajang Jadi Percontohan Penguatan Kelembagaan di Jawa Timur
Salah satu kegiatan Diskominfo Lumajang. Foto: Dok. Humas LumajangPendampingan KIM oleh Diskominfo Lumajang
Ia menambahkan, hal yang paling dirasakan para pengurus bukan hanya pelatihan, melainkan pendampingan yang dilakukan secara intensif.
"Hampir setiap hari Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang memfasilitasi tindak lanjut penulisan berita, memberikan masukan terhadap naskah, hingga mendorong kami terus aktif mempublikasikan informasi. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan inilah yang membuat kapasitas teman-teman KIM terus meningkat," katanya.
Menurut Luluk, budaya kolaborasi menjadi kekuatan utama yang membuat KIM di Lumajang mampu berkembang secara konsisten. Antar-KIM desa saling berbagi informasi, pengalaman, hingga berdiskusi mengenai teknik penulisan, desain konten, maupun pengembangan media digital.
Kolaborasi tersebut juga terjalin dengan pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, organisasi lokal, serta masyarakat sehingga berbagai potensi, inovasi, dan pembangunan desa dapat didokumentasikan sekaligus dipublikasikan secara lebih luas.
"Kami tidak berjalan sendiri. Antar-KIM saling berbagi informasi dan ilmu. Pemerintah desa, lembaga desa, hingga masyarakat juga terbuka memberikan data maupun informasi. Budaya kolaborasi dan saling belajar inilah yang membuat kapasitas KIM di Lumajang terus berkembang dari waktu ke waktu," ujarnya.
Bagi Kabupaten Lumajang, hasil FGD tersebut bukan sekadar menjadi pengakuan atas tingginya produktivitas publikasi KIM, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat kualitas ekosistem informasi masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas desa dan lintas pemangku kepentingan, pengalaman Kabupaten Lumajang diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus model pembelajaran bagi daerah lain dalam memperkuat kelembagaan KIM di Jawa Timur.
