Ranu Klakah, Destinasi Wisata Bersejarah di Kaki Gunung Lemongan

Ranu Klakah pada masa Hindia Belanda. Foto: Collectie Wereldmuseum (v/h Tropenmuseum), part of the National Museum of World Cultures

Ranu Klakah Sebagai Kawasan Wisata Sejak Masa Hindia Belanda

Pegawai perusahaan kereta api Hindia Belanda disebut memanfaatkan Ranu Klakah sebagai lokasi peristirahatan. Udara yang sejuk dan panorama alam yang indah menjadi daya tarik kawasan tersebut sejak masa itu.

Pemanfaatan kawasan Ranu Klakah kemudian terus berkembang setelah Indonesia merdeka.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan renovasi pada 1989 sebagai bagian dari upaya menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata yang dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.

Seiring perkembangan waktu, Ranu Klakah mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas wisata. Keberadaan fasilitas tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati suasana danau dengan lebih nyaman.

Wisatawan yang datang dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berkeliling danau menggunakan perahu hingga menikmati suasana alam di sekitar kawasan.

Aktivitas tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi Visiters yang ingin menikmati Ranu Klakah dari berbagai sisi.

Selain menaiki perahu, Visiters juga dapat menghabiskan waktu dengan memancing. Aktivitas sederhana tersebut menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang sambil merasakan kesejukan kawasan danau.