Sacred Life of Nyadran, Ritual Adat Tengger di Situs Selogending Kandangan Lumajang
Ritual Nyadran warga Tengger Desa Kandangan di Situs Selogending (28/05). Foto: Visit LumajangSuasana khidmat terasa di kawasan Situs Selogending, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, saat peserta kegiatan bertajuk Sacred Life of Nyadran mengikuti rangkaian tradisi Nyadran bersama masyarakat adat Tengger pada Kamis, 28 Mei 2026.
Ritual Nyadran ini menjadi salah satu tradisi masyarakat Tengger yang dilaksanakan secara rutin satu bulan sekali, tepatnya pada malam Jumat Legi.
Kegiatan Sacred Life of Nyadran diikuti oleh sekitar 30 peserta. Mereka tidak hanya berasal dari Lumajang, tetapi juga dari luar kota.
Dalam kegiatan selama dua hari satu malam ini, peserta tidak hanya menyaksikan ritual budaya, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam berbagai proses adat, mulai dari membuat nasi tumpeng, mengenakan udeng dan sampur, hingga mengikuti ritual Nyadran di Situs Selogending.
Rangkaian acara dimulai dengan kedatangan peserta di Wira Dharma Homestay, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Spiritual Food Experience, yaitu pembuatan nasi tumpeng sebagai bagian dari pengalaman budaya dan spiritual.
Wira Dharma, tokoh adat di Situs Selogending, menjelaskan bahwa nasi tumpeng memiliki makna filosofis yang erat dengan kehidupan masyarakat Tengger.
"Nasi tumpeng adalah sebuah lambang gunung. Kita ini berada di bawah gunung berapi, sehingga tumpeng menjadi wujud rasa syukur kita kepada Tuhan dan leluhur kita," jelas Wira.
