Selain Rasanya yang Enak, Tempe Wedok Khas Labruk Kidul ini Ternyata Punya Makna Filosofis

Tempe Wedok khas Labruk Kidul Sumbersuko. Foto: Istimewa

Filosofi Tempe Wedok

Sebelumnya di akhir tahun kemarin, potensi Tempe Wedok ini cukup bagus. Terbukti dengan beragam respon positif saat diangkat melalui media sosial, bahkan mendapat pesanan dari berbagai kota.

Tempe Wedok berbungkus pelepah pisang diibaratkan seperti seorang perempuan yang memakai jarik, sedangkan tali yang mengikatnya diibaratkan udet/selendang yang biasa digunakan perempuan.

Karena itulah sejak dulu masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan Tempe Wedok. Sayangnya sampai saat ini pengerajin Tempe Wedok kian berkurang.

"Hanya tersisa beberapa pembuat Tempe Wedok khususnya di Dusun Krajan Timur, Desa Labruk Kidul, itupun sudah berusia lanjut," ungkap Khoiriyah.

Melalui pendampingan dari Karang Taruna, diharapkan pertumbuhan pembuatan Tempe Wedok akan terus berkembang dengan melibatkan warga utamanya kaum ibu di Desa Labruk Kidul.

"Jika produksi Tempe Wedok dikelola dengan maksimal, selain meningkatkan potensi ekonomi warga desa, juga untuk menjaga kearifan lokal yang ada," tandasnya.

Gimana nih Visiters? Penasaran nyobain Tempe Wedok? Dengan upaya dan kreativitas dari warga setempat plus dukungan dari warga Lumajang, kuliner khas Lumajang ini bisa terangkat dan kian dikenal orang.