Batik Bordir Fair 2026 Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Kreatif Inklusif
Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat menghadiri Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2026. Foto: Visit LumajangKabupaten Lumajang terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan berkeadilan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam sektor ekonomi kreatif.
Komitmen itu disampaikan Ketua Dekranasda Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat menghadiri Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2026 yang digelar Dekranasda Jawa Timur di Exhibition Hall Grand City Surabaya, 6–10 Mei 2026.
Menurutnya, ekonomi kreatif tidak boleh hanya menjadi ruang bagi kelompok tertentu. Seluruh pelaku usaha, termasuk penyandang disabilitas, harus mendapatkan akses dan peluang yang setara.
Ia menegaskan bahwa karya penyandang disabilitas memiliki kualitas kreativitas dan ketekunan yang tidak kalah bersaing. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha disabilitas perlu terus diperkuat.
"Ekonomi kreatif harus inklusif. Karya dari penyandang disabilitas memiliki nilai kreativitas dan ketekunan yang tinggi. Ini harus kita dorong agar memiliki ruang yang sama di pasar," ujarnya.
Dewi Natalia menjelaskan, keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekonomi kreatif bukan sekadar pelengkap. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam membangun sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Ia menilai, pembangunan ekonomi tidak hanya berbicara soal pertumbuhan, tetapi juga bagaimana manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
