Diproduksi di Lumajang, Artis Hana Saraswati Ungkap Daya Tarik Film Lastri Arwah Kembang Desa
Behind the scene film Lastri, Arwah Kembang Desa. Foto: Abelle PicturesAktris Hana Saraswati kembali menyapa penonton layar lebar melalui film Lastri Arwah Kembang Desasetelah sebelumnya membintangi film Dukun Magang bersama Jefan Nathanio.
Dalam film garapan sutradara Hendry Tivo tersebut, Hana memerankan tokoh Lastri, seorang istri yang setia dan penuh cinta, namun harus menghadapi akhir hidup yang tragis.
Film Lastri Arwah Kembang Desa diangkat dari kisah urban legend yang berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Meski demikian, seluruh proses produksi dan pengambilan gambar dilakukan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang dinilai mampu menghadirkan suasana yang sesuai dengan cerita.
Hana Saraswati mengungkapkan bahwa ada tiga hal utama yang menjadi daya tarik film ini. Pertama, kisah Lastri merupakan legenda yang masih dikenal masyarakat hingga saat ini.
"Urban legend dari Pati, tapi memang kita produksinya di Lumajang," ujar Hana.
Daya tarik kedua terletak pada kekuatan naskah yang dinilai memiliki kualitas cerita yang sangat baik. Menurut Hana, banyak orang menganggap film ini murni film horor karena poster dan desain visual yang digunakan. Padahal, film tersebut lebih menonjolkan unsur drama.
"Menurut saya, film Lastri Arwah Kembang Desa bagus banget naskahnya. Penulisannya apik, dramanya kental. Jadi banyak yang mengira ini film horor, padahal sebenarnya ini film drama. Kami menceritakan perjalanan hidup Lastri, bukan sekadar sosok yang menakut-nakuti orang," katanya.
