Diproduksi di Lumajang, Artis Hana Saraswati Ungkap Daya Tarik Film Lastri Arwah Kembang Desa

Behind the scene film Lastri, Arwah Kembang Desa. Foto: Abelle Pictures

Kisah Perjalanan Lastri, Sosok Legenda Penuh Misteri

Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026 ini akan membawa penonton mengikuti perjalanan hidup Lastri hingga akhirnya menjadi sosok legenda yang dikenal masyarakat.

Hana mengaku tertarik sejak pertama kali membaca skenario film tersebut karena memiliki konsep penceritaan yang unik. Cerita dibagi ke dalam dua periode waktu yang berbeda, yaitu era 1980-an dan era 2020-an.

"Dalam dua jam tayang ini kita dibawa ke tahun 1980-an dan 2020-an. Ada banyak hal yang diolah dalam ceritanya," ujarnya.

Meski menggunakan dua latar waktu yang berbeda, Hana memastikan alur cerita tetap mudah dipahami dan tidak membingungkan penonton. Ia juga menilai penokohan dalam film ini dibangun dengan sangat kuat.

Daya tarik ketiga menurut Hana adalah pemilihan lokasi syuting yang berhasil menciptakan atmosfer mencekam. Salah satu lokasi utama adalah rumah kosong peninggalan Belanda yang berada di kawasan pabrik gula.

"Rumah Lastri itu rumah kosong bekas peninggalan Belanda yang berada di tengah pabrik gula. Suasananya memang terasa horor," kata Hana.

Ia bahkan mengaku lokasi tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi para pemain dan kru selama proses produksi.