Meet and Greet Film Foufo Karya Bayu Skak dan Tretan Muslim di Lumajang, Penonton Mbeludak!
Tretan Muslim saat Meet and Greet Film Foufo di Mopic Cinema (07/07). Foto: Visit LumajangBalutan Komedi ala Budaya Madura di Film Foufo
Dengan balutan komedi khas Madura Jawa Timur dan cerita yang ringan namun sarat pesan, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman hiburan yang berbeda bagi penonton Indonesia.
Selain menyuguhkan tawa, Foufo juga mengangkat nilai-nilai kebersamaan dan pentingnya menghargai sesama tanpa memandang perbedaan.
Salah seorang penonton, Fibri, mengaku terkesan dengan jalan cerita yang diangkat dalam film tersebut. Menurutnya, Foufo tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggambarkan realitas kehidupan yang dekat dengan masyarakat.
"Seru, nggak nyangka sih, Madura bisa terangkat gara-gara film Foufo. Senangnya dapat, sedihnya juga dapat. Jadi kayak nyeritain kenyataan kehidupan," ungkap Fibri.
Hal senada disampaikan Fitroh, salah satu penggemar sutradara dan aktor Bayu Skak. Ia mengaku selalu mengikuti karya-karya sineas asal Jawa Timur tersebut.
"Kalau aku sih dari dulu ngefans sama Mas Bayu Skak, jadi semua karya Mas Bayu Skak aku tonton," ujarnya.
Melalui kegiatan meet and greet ini, diharapkan minat masyarakat terhadap perfilman Indonesia terus meningkat dan semakin banyak karya kreatif anak bangsa yang mampu mengangkat budaya lokal serta bersaing di industri perfilman nasional.
