Menjaga Marwah Santri Merawat Peradaban, Catatan Pertemuan Alumni Nurul Istiqomah Wilayah Sukodono
Pertemuan rutin alumni Pondok Pesantren Nurul Istiqomah (Nurist) wilayah Sukodono (06/05). Foto: Visit LumajangPertemuan rutin alumni Pondok Pesantren Nurul Istiqomah (Nurist) wilayah Sukodono kali ini terasa begitu istimewa.
Pertemuan ini dihelat pada Rabu 6 Mei 2026 malam hari.
Kehadiran para alumni sepuh angkatan pertama, para santri yang berguru langsung kepada Muasis Pondok Pesantren Nurul Istiqomah Al-Maghfurlah Al-Arif Billah Kyai Faqih Kholili Rahimahullah mengubah atmosfer pertemuan menjadi sebuah majelis ilmu yang sarat akan nilai historis dan spiritual.
Riuh rendah tawa pecah saat Kyai Yahya Assyarifi berbincang hangat dengan para alumni senior.
Sebuah momen nostalgia menyeruak ketika mereka mengenang masa awal berdirinya asrama yang hanya terbuat dari bambu berdinding gedek (anyaman bambu).
Bagi keluarga besar Nurul Istiqomah, material bambu bukan sekadar sisa masa lalu, melainkan simbol ikonik dari jati diri Santri Salaf.
Di balik dinding anyaman yang kerap ditembus angin malam itulah, nilai zuhud ditanamkan.
