Menjaga Marwah Santri Merawat Peradaban, Catatan Pertemuan Alumni Nurul Istiqomah Wilayah Sukodono
Pertemuan rutin alumni Pondok Pesantren Nurul Istiqomah (Nurist) wilayah Sukodono (06/05). Foto: Visit LumajangBekerja sebagai Manifestasi Ibadah
Pendidikan Salaf mengajarkan bahwa kemuliaan tidak lahir dari kemewahan fasilitas, melainkan dari ketangguhan jiwa yang terpaut pada Sang Pencipta.
Kesederhanaan ini menjadi ciri khas yang membentuk karakter alumni Nurist hingga hari ini.
Kesederhanaan itu pulalah yang membuat pertemuan malam itu begitu hangat hingga jarum jam menunjukkan pukul 22.45 WIB tanpa ada yang merasa jemu.
Menciptakan momen nostalgia yang mendalam antara beliau, Bindereh Simin, dengan para Santri Gubuk.
Dalam untaian nasihatnya, Kyai Yahya Assyarifi mengutip mutiara hikmah dari Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, dalam kitab Ihya Ulumuddin:
طَلَبُ الْحَلَالِ فَرِيْضَةٌ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ
"Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban (ibadah) yang lain."
Pesan ini menjadi pengingat bagi para alumni yang kini telah berbaur dengan berbagai dinamika profesi di masyarakat.
