Piodalan Pura Mandara Giri Semeru Agung di Lumajang Diikuti Ribuan Umat

Piodalan Pura Mandara Giri Semeru Agung (29/06). Foto: Istimewa

Bentuk Rasa Syukur atas Berkat Semesta

Perayaan tahunan menggunakan satu ekor kerbau, perayaan lima tahunan menggunakan tiga ekor kerbau, sedangkan perayaan setiap sepuluh tahun menggunakan 13 ekor kerbau.

"Ini merupakan wujud dari rasa syukur kami terhadap alam semesta yang telah memberikan berkah kepada kita semua," kata Wira.

Ia mengatakan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung menjadi cerminan kehidupan moderasi beragama yang selama ini dijaga masyarakat Lumajang. Menurut dia, keberadaan pura dan pelaksanaan upacara keagamaan berlangsung berdampingan dengan kehidupan masyarakat yang majemuk.

"Ini bentuk keberagaman agama yang saling berdampingan," katanya.

Selain memiliki nilai spiritual, Wira menyampaikan pelaksanaan Piodalan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan pura.

Ribuan umat yang datang selama rangkaian kegiatan mendorong meningkatnya aktivitas usaha masyarakat, mulai dari penjualan makanan, penginapan, hingga aksesoris dan cendera mata.

"Juga mengangkat ekonomi warga sekitar yang memang masih rendah," jelasnya.