Puncak Hari Raya Karo Suku Tengger, Warga Desa Adat Ranupani Berjalan 3 Kilometer untuk Ritual Nyadran

Nyadran dalam puncak Yadnya Karo suku Tengger Desa Ranupani (15/08). Foto: Visit Lumajang

Ribuan warga Suku Tengger di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, mengikuti puncak perayaan Hari Raya Adat Karo dengan melaksanakan ritual Nyadran, Sabtu 15 Agustus 2026.

Hari Raya Adat Karo merupakan tradisi tahunan yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat Suku Tengger.

Perayaan ini menjadi momentum untuk mengenang leluhur, menjaga warisan adat, sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas kehidupan dan hasil pertanian masyarakat.

Pada puncak perayaan tersebut, warga menjalankan ritual Nyadran atau ziarah ke makam leluhur. Prosesi ini dilakukan secara bersama-sama dan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Hari Raya Adat Karo.

Warga Dusun Sidodadi bahkan berjalan kaki bersama sekitar tiga kilometer menuju makam leluhur, dipimpin Romo Dukun Bambang dan diiringi Jaran Kepang.

Mereka berangkat secara beriringan dari rumah Romo Dukun Ranupani, Bambang, sambil membawa berbagai hidangan yang telah disiapkan sebelumnya untuk kebutuhan ritual adat.

Salah satu warga Suku Tengger, Susanti, mengatakan Nyadran merupakan puncak dari pelaksanaan Hari Raya Adat Karo.