Seabad Lebih Berdiri, Stasiun Klakah Tetap Gagah Hingga Kini

KLB Kricak berangkat Stasiun Klakah Lumajang. Foto via @rioprabowohrp

Peninggalan Kolonial Belanda

Di Stasiun Lumajang, jalur sepanjang 17 km ini bercabang dua. Namun jalur ini telah ditutup di tahun 1890-an dikarenakan tingkat okupansi penumpang yang rendah.

Jalur kereta Lumajang menuju Rambipuji juga dinonaktifkan. Fasilitas yang disediakan di Stasiun Klakah di antaranya adalah area merokok, tempat parkir, toilet, kafetaria, boarding pass dan mushala.

Bangunan Stasiun Klakah memiliki arsitektur bergaya Indische Empire yang mengingatkan kita semua akan jaman kolonial terdahulu. Jadi bangunan ini termasuk cagar budaya di Lumajang.

Meskipun begitu, Stasiun Klakah telah mengalami beberapa renovasi di tahun 2013. Namun tetap mempertahankan bentuk aslinya.

Visiters yang mau bepergian juga tak perlu wira-wiri untuk memesan tiket, karena kalian bisa pesan melalui daring sebab di Stasiun Klakah sudah tersedia fasilitas check-in mandiri.

Tinggal cetak tiketnya di Stasiun Klakah saat hari-H kalian bepergian, atau sebelum pemberangkatan kereta. Mudah banget!

Jangan lupa periksa dahulu kalau ingin bepergian menggunakan kereta api, karena menyangkut pandemi Covid yang masih belum tuntas, jangan lupa untuk selalu menaati protokol kesehatan.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Lumajang (@visitlumajang) on

[removed][removed]