Senduro, Desa di Kaki Semeru yang Menyimpan Jejak Sejarah dan Keberagaman Budaya
Pura Mandhara Giri Semeru Agung. Foto: Dok. Visit LumajangToleransi Umat Beragama di Senduro Lumajang
Gambaran mengenai kehidupan harmonis antarumat beragama di Senduro turut dibahas dalam Buku Toleransi Beragama di Nusantara karya Abdullah (2010:78).
Keberagaman menjadi salah satu unsur yang mewarnai kehidupan masyarakat sekaligus memperkaya karakter budaya wilayah tersebut.
Nilai-nilai kebudayaan itu juga tercermin melalui berbagai tradisi yang masih dilestarikan hingga sekarang. Salah satunya adalah tradisi Ogoh-Ogoh yang diselenggarakan menjelang Hari Raya Nyepi oleh umat Hindu.
Tradisi Ogoh-Ogoh tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga melibatkan kreativitas dan partisipasi masyarakat.
Proses pembuatan hingga pelaksanaannya menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan warisan budaya leluhur.
Dalam Buku Kebudayaan Indonesia karya Sudarmono (2012:56), tradisi semacam ini disebut sebagai salah satu bentuk pelestarian kebudayaan lokal.
Melalui pelaksanaan tradisi secara berkelanjutan, nilai-nilai budaya dapat tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
