Cerita Kopi Senduro, Aroma Robusta dari Lumajang yang Mulai Dikenal Dunia
Petik merah kopi robusta Senduro. Foto: IstimewaPerjalanan Kopi dari Tahap Panen Sampai Siap Minum
"Harga kopi kering atau berasan sekarang Rp65 ribu per kilogram. Kalau kopi basah dari petani sekitar Rp10 ribu per kilogram," katanya, Minggu 5 Juli 2026.
Menurut dia, harga tersebut kini relatif stabil. Berbeda dengan kondisi beberapa bulan sebelumnya ketika stok kopi di tingkat petani menipis sehingga harga melonjak cukup tinggi.
"Februari sampai Mei kemarin stok kopi habis di kalangan petani. Waktu itu kopi kering sempat Rp70 ribu per kilogram, sedangkan kopi basah mencapai Rp15 ribu per kilogram," jelasnya.
Stabilnya pasokan membuat harga kembali ke tingkat yang dianggap wajar. Namun, perjalanan kopi belum berhenti setelah dipanen.
Buah kopi yang telah dikeringkan harus melalui proses penggilingan agar kulit tanduknya terlepas dan berubah menjadi biji kopi atau berasan. Untuk proses itu, petani mengeluarkan biaya sekitar Rp1.000 per kilogram.
Setelah menjadi green bean, kopi kembali menjalani tahapan berikutnya. Proses penyangraian hingga penggilingan menjadi bubuk dikenakan biaya jasa sekitar Rp15 ribu per kilogram. Seluruh tahapan itu menentukan karakter rasa yang nantinya dinikmati pelanggan.
Di Djodok Coffee, usaha yang dikelola Rifki, berbagai jenis kopi khas Senduro dipasarkan. Mulai dari robusta, ekselsa, arabika, kopi lanang, hingga kopi wen. Masing-masing memiliki pasar yang berbeda.
