Dorong Ekonomi Mikro, Pemkab Lumajang Wajibkan Toko Ritel Modern Pasarkan Produk UMKM Lokal
Bupati Lumajang Indah Amperawati saat memberikan rilis (12/06). Foto: Visit LumajangDorong UMKM, Pemkab Lumajang Siap Kembangkan Kawasan Ekonomi Baru
Indah menilai kegiatan CFD dan CFN yang selama ini berlangsung di kawasan Alun-alun Lumajang telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima.
"CFD dan CFN di Alun-alun ini luar biasa sekali perputaran uangnya. Setelah dicek oleh Kepala Diskopindag, perputaran uangnya lebih dari Rp600 juta setiap minggu," jelasnya.
Perputaran ekonomi tersebut, kata dia, berasal dari aktivitas ratusan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima yang memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berjualan.
Bahkan sejumlah pedagang mengaku memperoleh pendapatan yang meningkat selama CFD dan CFN berlangsung.
"Salah satunya penjual cilot. Mereka bisa mendapatkan pendapatan sampai Rp1 jutaan. Hampir semuanya mengalami kenaikan pendapatan ketika CFD dan CFN," ujarnya.
Berdasarkan capaian tersebut, pemerintah daerah berencana mencari lokasi baru untuk mengembangkan konsep serupa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Maka saya akan membuka kawasan CFD dan CFN di tempat yang nanti kita cari, tempat yang membuka ekonomi baru dengan CFD dan CFN," tuturnya.
