Gladak Perak, Ikon Lumajang yang Berada di Tengah Lahar Semeru

Gladak Perak yang kini bernama resmi Jembatan Besuk Kobo'an sejak dibuka April 2023. Foto: Indanaramadhani

Jembatan Gladak Perak berdiri di antara dua tebing curam di selatan Jawa Timur, menjadi penghubung jalan raya sekaligus menawarkan pemandangan memukau.

Struktur beton dan baja ini tampak melayang di atas aliran lahar dingin Gunung Semeru, dengan kabut tipis yang kerap menyelimuti dan menambah kesan dramatis kawasan tersebut. ‎ ‎

Di balik pesonanya yang kini menjadi ikon Kabupaten Lumajang, Jembatan Gladak Perak yang kini bernama Jembatan Besuk Kobo'an ini menyimpan sejarah kelam dan heroik.

Jembatan ini menjadi saksi ambisi kolonial Belanda menaklukkan alam demi hasil bumi, penderitaan para pekerja paksa, hingga aksi para pejuang kemerdekaan yang meledakkannya demi mempertahankan kedaulatan bangsa. ‎

‎Keberadaan jembatan Gladak Perak tak lepas dari kepentingan ekonomi pemerintah kolonial Belanda di Jawa Timur pada awal abad ke-20.

Saat itu, wilayah Lumajang yang berada di bawah Keresidenan Probolinggo menjadi salah satu sentra produksi perkebunan penting. ‎Wilayah ini menghasilkan komoditas seperti tembakau, gula, dan teh.

Demi memperlancar distribusinya, pemerintah kolonial membangun infrastruktur jalan dan jembatan secara masif, termasuk jalur lintas selatan yang menghubungkan Malang dan Lumajang. ‎