Pemerintah Lumajang Hadirkan Rumah Singgah untuk Ringankan Beban Pasien Rujukan

Peresmian rumah singgah Graha Lamajang di Surabaya (19/04). Foto: Humas Lumajang

Fasilitas Sosial Warga Lumajang di Surabaya

Secara teknis, Graha Lamajang didesain tidak hanya untuk fungsional, tetapi juga sangat manusiawi. Tersedia lima kamar yang mampu menampung hingga sepuluh pasien, lengkap dengan area khusus bagi pendamping keluarga.

Fleksibilitas juga menjadi keunggulan layanan ini, di mana masa tinggal standar adalah tujuh hari. Namun, durasi ini dapat diperpanjang hingga satu bulan penuh berdasarkan rekomendasi medis yang jelas.

Proses pendaftarannya pun dibuat sangat sederhana guna memangkas birokrasi yang kaku. Warga bisa mendaftar langsung atau melalui kanal digital WhatsApp, sebuah langkah adaptif terhadap kemajuan teknologi saat ini.

Aspek keselamatan tidak luput dari perhatian serius pemerintah. Fasilitas ini dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran hingga penyediaan kursi roda standar serta kursi roda khusus bagi penderita cerebral palsy.

Lokasi Graha Lamajang yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari RSUD Dr. Soetomo menjadi nilai strategis utama. Kedekatan ini sangat membantu memangkas waktu tempuh dan biaya transportasi lokal selama di Surabaya.

Kehadiran rumah singgah ini merepresentasikan perubahan cara pandang dalam membangun kebijakan daerah. Pembangunan tidak lagi hanya soal fisik, tetapi tentang menciptakan bantalan sosial yang inklusif bagi seluruh warga.

Graha Lamajang pada akhirnya adalah tentang harapan dan rasa tenang. Di tengah hiruk-pikuk Surabaya, warga Lumajang kini memiliki tempat berteduh yang memastikan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas adalah hak setiap insan, tanpa terkecuali.